Selasa, 14 April 2015

Sejarah Terlahirnya TIRTO AJI

TIRTO AJI ( AIR BERSIH ) DUSUN PEKEYONGAN - BAUJENG


Tirto Aji adalah sebuah Nama yang terlahir pada tanggal 8 februari 2015 di Dusun Pekeyongan-Baujeng dalam hal kebutuhan air bersih bagi warga dusun Pekeyongan pada hususnya.
Lahirnya Tirto Aji pun dikarenakan adanya perubahan dan kemajuan fasilitas air bersih yang di salurkan ke rumah-rumah warga menggunakan sistim METERAN PDAM yang di kelolah oleh warga masyarakat sendiri.

Sedangkan proses pemasangan meteran mulai berjalan pada tgl 10 januari 2015 hingga akhirnya rampung dan di resmikan sekaligus tasyakuran bersama seluruh warga dusun pekeyongan  pada hari minggu 8 februari 2015 bertmpat di Balai Dusun- Pekeyongan. Jauh sebelum air bersih  masuk ke rumah-rumah warga secara meteran seperti sekarang ini sebenarnya air bersih sudah naik kepemukiman warga dusun pekeyongan semenjak dari tahun 2006 sampai kepengurusan air bersih ganti 3 kali dan Alhamdulillah tahun demi tahun perubahan dan kemajuan untuk keperluan air bersih selalu mendapat perhatian pemerintah hingga datanglah bantuan-bantuan berupa pengeboran untuk mencari mata air guna agar keperluan warga semakin tercukupi namun, semua itu tak luput dari kendala dan permasalahan yang menghadang hingga gagal dan bantuan tersebut di alihkan ke mata air sumber .

Selang beberapa tahun kemudian dapat bantuan pengeboran dari perusahan Teh Ale-ale dan alhamdulillah untuk kali ini pengeboran berhasil sehingga untuk keperluan air bersih warga dusun pekeyongan telah mempunyai 2 mata air yakni  mata air dari sumber dan mata air dari bor.
Dalam hal pembagian air kepada warga baik dari mata air sumber dan bor. air di tarik menggunakan pompa yang di alirkan ke beberapa tandon-tandon umum dan warga mengambil air dengan curigen dan timba. Beberapa tahun lagi dapat bantuan berupa tandon utama dengan keluaran 6 pivanisasi ke bebrapa gang dan pivanisasi dari mata air bor menuju ke tandon utama dan saluran pivanisasi dari mata air sumberpun di alirkan ke tandon utama.

Namun pembagian ke beberapa gang dari tandon utama sering telat dan tidak merata hingga sering tejadi pertengkaran dan adu mulut antar sesama warga dusun pekeyongan. Saat ada permasalahan serius terbakarnya motor bor warga  sepakat iuran untuk membeli motor dan akhr nya disusul dengan iuran pasang metean hingga akhirnya sampailah air masuk ke rumah-rumah warga,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar